<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1187">
<titleInfo>
<title>EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SECARA KUANTITATIF DENGAN METODE DEFINED DAILY DOSE (DDD) PADA PASIEN LUKA BAKAR ANAK</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nurhalisah, Hardiana Dwi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah Surabaya</publisher>
<dateIssued>2020</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Luka bakar merupakan respon kulit dan jaringan subkutan terhadap paparan yang berasal dari sumber panas, listrik, zat kimia, dan radiasi sehingga beresiko untuk terjadinya infeksi. Dalam penatalaksanaan luka bakar, pemberian antibiotik merupakan suatu konsekuensi untuk mencegah dan atau mengatasi infeksi. Tujuan dari penelitian ini ialah mengevaluasi penggunaan antibiotika pada pasien luka bakar anak dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode Defined Daily Dose (DDD) di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Data diambil secara retrospektif melalui rekam medis pasien luka bakar anak periode 2017-2019. Data dianalisis menggunakan metode DDD/100patient-days dan DU 90%. Hasil penelitian menunjukkan dari 18 pasien luka bakar anak yang memenuhi kriteria inklusi, didapatkan total penggunaan antibiotik sebesar 88,92 DDD/100patient-days dan antibiotik yang termasuk dalam segmen DU 90% adalah Ceftazidime (23,03 DDD/100 patient-days), Ampicillin Sulbactam (15,45 DDD/100patient-days), ceftriaxon (13,65 DDD/100patient-days), amikacin (11,91 DDD/100patient-days), gentamycin (9,67 DDD/100patient-days) dan meropenem (8,51 DDD/100patient-days). Hasil penelitian ini  menunjukkan bahwa kuantitas penggunaan antibiotik yang paling banyak adalah golongan sefalosporin generasi ke tiga yakni, ceftazidime dengan nilai DDD sebesar 23,03 DDD/100patients-days dan dapat diartikan juga bahwa di rumah sakit RSUD Dr. Soetomo Surabaya sudah cukup selektif dalam penggunaan antibiotik untuk pasien luka bakar anak.</note>
<classification>6B.S-Far Nur e 38-20</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS FARMASI - UNIVERSITAS HANG TUAH Jl. Arief Rachman Hakim 150 , Surabaya 60111 Telp: (031) 5945864, 5945894 Fax : (031)  5946261 , Web. www.hangtuah.ac.id</physicalLocation>
<shelfLocator>6B.S-Far Nur e 38-20</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">FARM38-6B.S/Far-2020</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus Farmasi (Rak Skripsi)</sublocation>
<shelfLocator>6B.S-Far Nur e 38-20</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>38-20.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>1187</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-01-27 15:00:21</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-01-27 15:00:54</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>